Hati VS Akal

Dan pandangannya mulai teralihkan. Ditemukannya hal-hal lebih menarik disana. Mungkin memang ia bosan pada yang itu-itu saja. Manusiawi sih. Tapi tetap saja, ia terkadang kembali ke masa lalunya seakan-akan ia tahu akan masa depan. Dan itu yang membuatku kalah, lagi dan lagi. Terus mengikuti kata hati, padahal sedang dibodoh-bodohi. Tak habis pikir apa maksud sebenarnya. Hati terus bertanya-tanya, tapi akal menolaknya. Menolak karena akal tahu betapa letihnya utk memikirkan hal seperti itu. Akal ini sepertinya sudah terlatih. Ah senangnya, aku tak perlu lama-lama merasakan pahitnya kenyataan.
Dan akhirnya, aku lebih memilih diam daripada terus memikirkannya. Yaa, diam seakan-akan semuanya baik-baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bittersweet Life