Postingan

Hati VS Akal

Dan pandangannya mulai teralihkan. Ditemukannya hal-hal lebih menarik disana. Mungkin memang ia bosan pada yang itu-itu saja. Manusiawi sih. Tapi tetap saja, ia terkadang kembali ke masa lalunya seakan-akan ia tahu akan masa depan. Dan itu yang membuatku kalah, lagi dan lagi. Terus mengikuti kata hati, padahal sedang dibodoh-bodohi. Tak habis pikir apa maksud sebenarnya. Hati terus bertanya-tanya, tapi akal menolaknya. Menolak karena akal tahu betapa letihnya utk memikirkan hal seperti itu. Akal ini sepertinya sudah terlatih. Ah senangnya, aku tak perlu lama-lama merasakan pahitnya kenyataan. Dan akhirnya, aku lebih memilih diam daripada terus memikirkannya. Yaa, diam seakan-akan semuanya baik-baik saja.

Bittersweet Life

Memori lama datang kembali. Menyesakkan dada, karena teringat dulu betapa gue sangat mengidam-idamkannya. It's called a dream. One of my BIG DREAM. Universitas yang - semenjak duduk di bangku kelas 2 SMA - sangat membuat gue semangat untuk menggapai cita-cita. Bertempat di Rawamangun. Yups. It's Univ Negeri Jakarta atau UNJ. Pabrik yang menghasilkan guru - guru berkualitas. Pada saat itu gue hanya tau UNJ yang memiliki jurusan PGSD terbaik selain UPI. Karena orang tua tak meng-acc utk kuliah di UPI, akhirnya gue benar-benar menetapkan pilihan untuk mengambil UNJ-PGSD. Singkat cerita, semua jalur telah gue lalui. Tapi tak ada hasil yang gue dapat. Hikshiksss T-T Apalagi saat mengetahui hasil SBMPTN. Sudah tak terkira airmata yang gue tumpahkan pada minggu-minggu akhir Ramadhan saat itu. Sangat-sangat membuat depresi. Tapi saat mengetahui ujian Mandiri atau Penmaba UNJ, alhamdulillah gue tak terlalu terpuruk. Entah, mungkin karena sudah merasakan pahitnya ditolak oleh ...